Bijak Kelola Sampah Rumah Tangga, PT Amerta Indah Otsuka Hadirkan Otsuka Ecovillage

oleh -
Roy Sparringa, Presiden Komisaris PT Amerta Indah Otsuka meluncurkan program Otsuka Ecovillage di Cicurug - Sukabumi. Foto: Istimewa

WartaPenaNews, Jakarta – Limbah rumah tangga menjadi penyumbang sampah terbesar di Indonesia. Konsumsi berlebih, kepedulian masyarakat akan pengelolaan sampah menjadi penyebab utama.

Data Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi merilis, produksi sampah selama masa pandemi dan PPKM level 4 naik 1,4 ton per hari dibandingkan sebelumnya. Pemerintah Sukabumi konsisten untuk menanggulangi permasalahan sampah dengan berbagai upaya. Salah satunya melalui Gerakan Sukabumi Bestari, diantaranya bekerja sama dengan PT Otsuka.

Hal inilah yang kemudian diapresiasi, serta menjadi konsen PT Otsuka, produsen minuman dan makanan kesehatan dengan meluncurkan program Ecovillage. Program bertujuan mendorong masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri.

Roy Sparringa, Presiden Komisaris PT Amerta Indah Otsuka dalam peresmian Otsuka Ecovillage di Kecamatan, Cicurug – Sukabumi, Rabu, 13 Oktober 2021 mengatakan, “Otsuka ingin menjadi bagian dari solusi dengan meluncurkan Otsuka Ecovillage. Merupakan program yang komprehensif, terstruktur dan berkesinambungan, yang bekerja sama dengan pemerintah setempat, juga Aktivis Lingkungan dan Putri Indonesia Nadine Alexandra.

Selain menjadi solusi pengelolaan sampah, juga sebagai pusat edukasi bagaimana membina dan membentuk kebiasaan baik dalam memilih, serta mengelola sampah secara mandiri.
Dengan hadirnya Bank Sampah Sehati diharapkan mampu memudahkan masyarakat dalam pengelolaan sampah non organik, “kata Roy.

BACA JUGA:   7 Mobil Beratribut PP Diamankan Dalam Aksi Demo Ricuh

 

Peresmian Program Otsuka Ecovillage di Kecamatan Cicurug – Sukabumi, hadirkan edukasi sampah dari hulu ke hilir. Foto: Istimewa

Hadir Ekonomi Sirkular dari Kolaborasi Apik

Camat Cicurug, Ading Ismail menyambut gembira upaya nyata yang dilakukan PT Otsuka. Ia prihatin jika sebelumnya wilayah Cicurug terdampak limbah sampah rumah tangga, diantaranya di area persawahan, lahan kosong strategis, hingga lingkungan di dekat pemukiman penduduk. Sampah yang mencemari persawahan akan mengurangi hasil, serta kualitas panen padi. Di pemukiman akan berakibat banjir, serta aroma tidak sedap.

Dengan populasi 135 ribu penduduk dari 71 ribu kepala keluarga,
berapa banyak sampah rumah tangga yang dihasilkan perhari? Jika tidak dikelola dengan baik, sudah tentu wilayah Cicurug akan menjadi darurat sampah.

Hanya dalam waktu 3 bulan, kolaborasi Pemerintah Sukabumi, masyarakat dan PT Otsuka, wilayah Cicurug terlihat lebih bersih dari sebelumnya, lebih nyaman untuk dilihat dan ditinggali. Mudah-mudahan, program berkelanjutan ini akan berdampak secara langsung kepada kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:   Ini Kata Polisi, Pemuda Pancasila Bakal Demo Lagi

Selain tabungan dari bank sampah, juga rencananya akan hadir program keterampilan mengolah limbah sampah non-organik menjadi produk bernilai ekonomis. Saya gembira ketika mengetahui ada seorang warga kami yang begitu antusias menabung di bank sampah.

Selain giat memilah dan mengumpulkan sampah rumahnya, yang bersangkutan menjadi relawan sampah, dengan mengumpulkan sampah-sampah yang belum dikelola dengan bijak. Ia mampu membukukan saldo senilai Rp. 260,000,- yang nantinya bisa ditukarkan dengan sembako. Semangat ini patut diapresiasi dan menjadi awal yang baik. ”

Harapan serupa disampaikan oleh H. Tana Indra Permana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi. Ia mengapresiasi, serta bersyukur dengan Program Otsuka Ecovillage.

” Awalnya mengedukasi masyarakat terasa sangat menantang. Mereka menganggap sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna dan kurang peduli akan bahaya yang mengancam. Muncul keraguan akan sejumlah program kolaborasi dengan membuat manajemen sampah yang lebih baik, ” kata Tana.

BACA JUGA:   Pemerintah Diminta Hentikan Pelaksanaan UU Cipta Kerja

“Diawali dengan edukasi kepada masyarakat, kemudian praktek pembuatan Biopori di halaman rumah warga, bertujuan untuk mengelola air tanah, serta mengolah sampah organik dengan baik. Kemudian muncul gerakan 1000 lubang Biopori, dengan komitmen 1 lubang Biopori, warga akan diberikan 1 tanaman produktif. Edukasi yang menantang, sekaligus menyenangkan, “pujinya.

Asa warga Cicurug terhadap Bank Sampah Sehati. Foto: Istimewa.

Berkat sinergi apik pemerintah daerah, PT Otsuka, serta seluruh masyarakat, hari ini kita bersama-sama menyaksikan lingkungan Cicurug jauh lebih bersih, indah dan menyenangkan. Apalagi PT Otsuka menggelar lomba menghias tembok dengan mural bertema Kepedulian Masyarakat Atas Lingkungan dan Bumi yang Lebih Bersih dan Sehat. Kreasi mural warga Cicurug tersebut terlihat sangat instagramable lho.

Jika lingkungan bersih, tertata dan dihias menarik, kelak akan hadir obyek wisata eco green park, yang juga akan dilengkapi dengan beragam produk berbahan limbah, “pungkasnya. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.