Di Tengah ‘Musim Dingin’ , Investor Indonesia Tetap Optimis terhadap Kripto

oleh -51 Dilihat

wartapenanews.com – Para investor dan trader aset kripto atau cryptocurrency di Indonesia tetap merasa optimis meskipun tengah dilanda ‘musim dingin’ di sepanjang tahun 2022.

Data ini merupakan hasil survei dimana platform perdagangan dan investasi aset kripto, Tokenomy dan Indodax, telah merilis laporan investor kripto di Indonesia tahun 2022 yang merupakan hasil analisa dari survei yang diadakan pada bulan September.

VP of Growth Tokenomy Muhammad Ikhwan membeberkan hasil survei tersebut bahwa 82 persen responden percaya bahwa aset kripto merupakan investasi masa depan. Bahkan, menurut data, satu dari lima responden percaya bahwa investasi kripto lebih baik dari investasi tradisional lainnya.

“Meski tahun 2022 menandai ‘musim dingin’ kripto yang baru, di mana sebesar US$2 triliun lenyap dari kapitalisasi pasar,” kata Ikhwan dalam keterangannya pada Sabtu (19/11/2022).

Ada beberapa aset kripto yang diminati oleh investor. Sebanyak 10 aset kripto yang paling diminati investor di Indonesia sepanjang 2022 ini menurut hasil survei adalah BTC, ETH, BNB, DOGE, USD stablecoin, TRX, SHIB, ADA, XRP, dan LTC.

Hasil laporan survei juga menunjukkan adanya persistensi dari investor di Indonesia dalam berinvestasi atau melakukan perdagangan kripto. Sebanyak 88 persen responden menyatakan akan menambah investasi kripto mereka dalam 6 bulan ke depan.

“Apabila kita telaah lebih lanjut, bahkan responden yang menyatakan sedang dalam posisi merugi pun mayoritas juga ingin menambah investasi kripto mereka,” ucap Ikhwan.

Meskipun adopsi aset kripto secara global perjalanannya masih jauh, 71 persen responden setuju bahwa stablecoin adalah masa depan pembayaran. Sebanyak 75 persen responden juga percaya akan adanya CBDC (Central Bank Digital Currency) di masa depan. Bahkan 61 persen responden menyatakan ingin menggunakan stablecoin untuk mengirimkan uang ke teman dan keluarga.

Untuk adopsi DeFi, satu dari tiga responden pernah melakukan trading di platform DEX, namun hanya satu dari delapan responden yang pernah menggunakan layanan pinjaman DeFi.

Melirik ke pasar NFT, sebanyak 31 persen responden menyatakan pernah berjual beli NFT, dan hanya 20 persen responden menyatakan tidak berminat, sedangkan 48 persen yang belum pernah merambah NFT, menunjukkan minat dalam NFT di masa depan.

Ikhwan juga menyebutkan, kepercayaan dan harapan investor yang besar terhadap masa depan Bitcoin dan aset kripto, dapat mendorong kembali sentimen bullish pasar kripto di masa mendatang.(mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.