Distribusi Bantuan Korban Gempa Cianjur Banyak Diselewengkan

oleh -22 Dilihat

wartapenanews.com – Sejumlah korban bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat turun ke jalan meminta sumbangan kepada para pengendara yang melintas di jalan raya Ciherang, Kecamatan Pacet, Kamis (24/11/2022). Pasalnya, bantuan belum optimal untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Bahkan Susi Juarti (41) salah satu warga, membeberkan bahwa ada penyimpangan distribusi bantuan korban bencana gempa Cianjur. Menurutnya, banyak logistik bantuan disalurkan ke kerabat perangkat Desa setempat.

“Tadi katanya ada bantuan mie sekardus sama air mineral sekardus, tapi pas didatengin ke sana enggak ada. Kalau ada yang cerita sih bantuannya dikasih ke saudara-saudara orang Desa aja, kita yang harusnya dapet malah enggak,” ungkapnya pada Kamis (24/11/2022).

Maka dia bersama sekelompok warga sambil memegang kardus bertuliskan donasi korban gempa, menyerukan para pengguna jalan untuk memberikan donasi dalam bentuk apapun. Yang mereka butuhkan beragam, seperti vitamin untuk ibu hamil dan popok untuk anak bayi juga lansia, mengingat kondisi yang menyulitkan bagi para lansia untuk bolak-balik ke toilet.

“Kita mandiri aja nunggu-nunggu malah kecewa. Kita ini kan kelihatan masa dilewatin terus. Kasihan di sini ada orang tua (lanjut usia atau lansia), ibu hamil, sama anak-anak. Yang kita butuhkan itu popok buat orang tua, itu enggak ada, kita juga butuh vitamin buat ibu hamil. Di sini ada ibu hamil 5 bulan, dari kemaren minta itu (vitamin) belum ada,” kata Susi.

Menurutnya, ia sempat berkomunikasi dengan Pemerintahan Desa Ciherang namun belum ada hasil. Untuk itu, ia menjadi inisiator warga untuk terjun ke jalan meminta sumbangan. “Kita inisiatif aja ke jalan pake kardus, soalnya mau gimana enggak ada bantuan. Jadinya kita ke jalanan aja mintain yang lewat nanti kalau ada uangnya kita beliin popok dewasa sama vitamin ibu hamil, kasihan udah minta dari kemarin,” jelasnya.

Lebih lanjut, Susi bercerita saat menyambangi kantor Desa Ciherang, ia belum turun dari motornya langsung disambut dengan penolakan bahwa logistik sudah habis. Padahal, ia mendapat informasi bahwa lingkungannya yang berada di RT 3/RW 2 Desa Ciherang akan mendapatkan bantuan bahan makanan. Namun, ia kecewa karena bantuan yang dijanjikan telah habis.

“Ya mau gimana lagi, kita minta sumbangan aja kayak gini, daripada kelaparan enggak bisa makan. Kemaren orang sini enggak makan dari pagi, alhamdulillah sorenya ada bantuan orang lewat dan bisa makan jadinya,” pungkasnya. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.