KIP Bersinergi Logistik dan Pelabuhan Dongkrak UMKM untuk Ekspor

oleh -

WartaPenaNews, Banten – Kontribusi eksport UMKM Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara di ASEAN lainnya, yaitu hanya 3,47 persen. Berbeda dengan Thailand sebesar 4,26 persen dan Singapura yang mencapai 8,76 persen.

Banyak langkah yang dapat ditempuh agar UMKM dapat naik kelas, salah satunya yaitu kegiatan ekspor. Sudah tentu aktivitas ekspor tersebut tidak lepas dari peran pelabuhan yang merupakan gerbang utama aktivitas perekonomian Indonesia sebagai negara maritim.

CEO Krakatau International Port, Akbar Djohan menyampaikan bahwa terdapat setidaknya lima pilar yang UMKM harus lakukan agar bisa naik kelas, mulai dari adanya produk yang berkualitas, pentingnya brand awareness dan pemahaman akan pasar, hingga bagaimana pelaku usaha UMKM dapat memahami bagaimana cara menjalankan kegiatan ekspor dan yang terpenting UMKM bertransformasi secara digital.

“Adanya kolaborasi antara UMKM dengan BUMN, swasta, dan komunitas-komunitas bisa menjadi kunci penting dalam pencapaian UMKM untuk naik kelas. Oleh sebab itu, Krakatau International Port terus berinisiatif untuk membangkitkan potensi UMKM Indonesia lebih tinggi lagi,” kata Akbar pada pada webinar dengan tema “UMKM Naik Kelas” hari Rabu (28/07/2021) lalu.

Di dalam usaha untuk menaikkan kelas usaha UMKM secara lebih cepat, terdapat lima pilar yang menurut saya perlu diperhatikan. Pertama yaitu bagaimana UMKM dapat menghasilkan produk yang unik dan berkualitas sebagai modal awal. Kedua, adanya upaya untuk membangun brand awareness pada seluruh konsumen namun tetap mempertimbangkan biaya yang terjangkau.

Kemudian pentingnya UMKM peka dalam memahami situasi pasar dan mampu memaksimalkan marketplace yang ada. Mulai menggunakan digitalisasi untuk kelangsungqn UMKM. Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah bagaimana UMKM dapat menguasai seluk beluk tentang cara bagaimana kegiatan ekspor.

Akbar menyampaikan bahwa KIP terus berupaya untuk memberikan dukungan kepada UMKM Indonesia. Dengan KIP memulai dengan menggunakan secara penuh produk-produk asli lokal di dalam lingkungan perusahaan. Diantaranya juga mendukung UMKM dimulai dari lingkungan sekitar seperti Santripreneur yautu dengan mengembangkan beberapa program entrepreneur dengan melibatkan komunitas,dan menyediakan souvenir berupa batik krakatoa yang merupakan produk asli buatan UMKM di daerah Banten.

“Kami dari Krakatau International Port (KIP) terus melakukan sinergi dalam melaksanakan ekosistem ekspor di Indonesia dan terus melakukan terobosan untuk terus mendukung ekonomi lokal menjadi lebih kuat. Diantaranya adalah terbentuknya kerjasama KIP dengan HIPMI Cilegon dalam membangun program santripreneur,” ujar Akbar.

Sekjen Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) ini juga berharap agar produk UMKM dapat menjadi unggulan di aktivitas ekspor hingga ke mancanegara dan menjadi pilar ekonomi keempat bagi Indonesia setelah BUMN, Swasta, dan Koperasi.

“Kami sudah terintegrasi secara digital melalui sistem KIPOS Krakatau International Port Solutions) yang dapat memberikan nilai tambah berupa efisiensi dan meningkatkan produktivitas bagi pelayanan kapal dan kargo sehingga memberikan dampak penurunan biaya port handling yang hasilnya akan menurunkan biaya logistik nasional,” tutup Akbar. (rob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.