Pakai Ban ‘One Love’, Mendagri Jerman Disindir Suporter Qatar

oleh -20 Dilihat

wartapenanews.com –  Sejumlah warga Qatar mengenakan ban lengan yang menampilkan desain pro-Palestina pada pertandingan pembuka Grup E Piala Dunia 2022 antara Jepang-Jerman pada hari Rabu (25/11/2022). Hal ini menjadi sorotan di tengah perselisihan tentang simbol politik yang hadir di acara pesta sepak bola empat tahunan tersebut.

Reuters mewartakan, Ban lengan memiliki desain syal keffiyeh hitam-putih yang identik sebagai simbol perjuangan Palestina dan merupakan tanggapan nyata terhadap para pemain dan ofisial yang memprotes langkah FIFA untuk memberikan sanksi kepada pemain yang mengenakan ban lengan “OneLove” di lapangan.

Hal ini turut menjadi sindiran balik atas tindakan Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser, yang datang dengan mengenakan ban kapten pelangi yang identik sebagai bentuk dukungan terhadap LGBT+. Sikapnya menegaskan penolakan terhadap aturan yang telah diputuskan FIFA.

Nancy bahkan duduk di samping Presiden FIFA Gianni Infantino di tribune VIP dan sempat saling bercengkerama. Namun, tidak lama setelah keduanya berbincang tampak Nancy Faeser mengenakan jaket merah sehingga menutupi ban kapten One Love di lengannya tersebut.

FIFA bersama Qatar menegaskan pembatasan terhadap tiap simbol dukungan untuk kampanye LGBT. Keputusan ini memancing reaksi keras sejumlah negara peserta dari Eropa, tak terkecuali Jerman.

Pekan lalu, tujuh tim Eropa membatalkan rencana untuk mengenakan ban kapten ke lapangan setelah FIFA mengancam mereka dengan sanksi.

Menjelang kickoff, para pemain Jerman menutup mulut mereka dengan tangan selama foto tim sebagai protes atas langkah FIFA. Jepang kemudian menenggelamkan Jerman, 2-1.

Piala Dunia, yang pertama terselenggara di negara Timur Tengah, menyoroti hak-hak LGBT+ di Qatar, di mana homoseksualitas adalah ilegal.

Ban kapten pelangi atau One Love yang mendukung LGBT tak boleh pemain gunakan pada Piala Dunia 2022. Akibatnya terdapat sejumlah tim, termasuk Jerman batal memakai ban kapten pelangi LGBT di Piala Dunia 2022.

Hal ini bisa menyebabkan adanya ancaman mengenai kartu kuning yang akan mereka terima jika memaksa untuk menggunakan atribut yang tidak sesuai dengan atribut Piala Dunia 2022. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.