Sidak PTM, Wali Kota Bogor Tekankan agar Siswa Dibuat Happy

oleh -
Wali Kota Bogor Bima Arya menginspeksi pelaksanaan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di beberapa sekolah kota itu, salah satu SMP Bintang Pelajar Islamic Boarding School (BPIBS).

WartaPenaNews, Jakarta – Wali Kota Bogor Bima Arya menginspeksi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di beberapa sekolah kota itu, salah satunya SMP Bintang Pelajar Islamic Boarding School (BPIBS).

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Hanafi dan Kepala Sekolah SMP BPIBS Mardanih, Bima Arya secara langsung mengecek penerapan dan fasilitas protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan COVID-19 di beberapa kelas.

Usai meninjau, Bima Arya mengapresiasi SMP BPIBS yang dengan cepat dalam membangun sistem, di antaranya penerapan prokes, antisipasinya lengkap mulai dari sistem karantina, hingga ada tim kesehatan khusus. Bahkan, semuanya sudah divaksin.

BACA JUGA:   Jadwal Siaran Langsung Sepakbola

“Tinggal bagaimana mitigasinya agar lebih cepat jika terjadi sesuatu. Jika ada yang memiliki gejala sedikit saja, tindakannya harus cepat dan harus dipisahkan. Para siswanya tidak hanya diarahkan menerapkan prokes tetapi juga dibuat agar tetap happy dan diberikan motivasi agar imunitasnya tetap terjaga. Semoga sistem yang ada bisa tetap dijaga karena school boarding ini yang paling rawan,” kata Bima.

Selain itu, menurut dia, pihak sekolah menyiapkan sistem isolasi. Selama mengikuti PTM para siswa tidak diizinkan untuk keluar dan para orang ataupun yang mengantar tidak diizinkan untuk masuk.

BACA JUGA:   Mantan Pegawai KPK Sehari-hari Hidup Ditemani Teror

Prosedur sangat ketat

Mardanih menjelaskan, prosedur yang diterapkan di sekolah itu pada intinya berfokus dalam menerapkan prosedur prokes secara ketat, khususnya pada saat check in. Sebelum anak-anak masuk, mereka menjalani dua kali pemeriksaan: rapid test antigen di rumah dan di kompleks sekolah itu. “Ini untuk menghindari keterangan negatif palsu,” katanya.

Selain itu, anak-anak yang diizinkan masuk belajar tatap muka adalah yang telah dua kali divaksin. Setelah kedatangan pun para siswa tidak langsung berinteraksi, baik dengan teman maupun dengan para tenaga pengajar, tetapi menjalani isolasi dan observasi selama 10 hari.

BACA JUGA:   Usai Dipecat KPK, Novel Baswedan Kini Jadi YouTuber Antikorupsi

Setelah menjalani isolasi dan observasi selama 10 hari dan jika tidak ditemukan gejala khusus, mereka baru diizinkan bergabung dengan siswa lain. Prosedur sangat ketat itu diterapkan tidak terlepas dari pengalaman pada semester lalu, yakni ada beberapa siswa SMP BPIBS yang sempat terpapar COVID-19.

Evaluasi dan check in berkala terus dilakukan dalam rangka melindungi para siswa, tenaga pengajar, dan jajaran SMP BPIBS yang terlibat dalam PTM Terbatas.(mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.